Selamat datang!!

Selamat Datang digubuk Rahmeen yang sederhana ini, Selamat membaca ^_^

Pilih Kategori

Kamis, 18 Oktober 2012

Kata-kata motivasi melupakan “mantan”

∂ƍҽzα ∂rίαηƭøini motivasi dari temenku namanya estii. aku juga gak begitu kenal, ya sok kenal aja, hhe. mungkin bagi temen-temen yang belum bisa move on bisa baca sambil meresapinya Laughing out loud. Yang jelas hati-hati aja dengan cinta, aku aja atuutt gak berani dan tunduk kalau berhadapan dengan namanya cinta Don't tell anyone smile. Tapi aku punya cara tersendiri buat lupakan mantan. Coba kita ganti stigma (weessh, gaya bahasanya hhe) kita yang namanya “mantan” ganti dengan kata “alumni” nah dari sini kan sudah dapat kita ambil kesimpulan kalau namanya alumni ya gak mungkin balik lagi, kalau mungkin juga siapa yang mau balik! Pasti pikiran kita pengen meneruskan ( alias move on). Ini menurut Rahmeen aja, kalau gak setubuh ya gak papa. Ikuti menurut kayikinan dan agama masing-masing aja ya… oke!!! Winking smile
Coursty by : https://www.facebook.com/notes/estii-mubbyy/kata2-motivasi-melupakan-mantan/493885443958429

tapi aku gak tau apa dia copas (baca: copy-paste) atau ngarang sendiri tapi ini bacaan yang lumayan bagus, cikeedoottt…….!!!

Ijinkan aku belajar melupakanmu. Aku yakin, kau pasti menginginkan aku mempelajari itu. Namun aku ragu, benarkah tidak ada setitik cinta pun di hatimu terhadapku. Setelah semua kenangan yang kita ciptakan. Setelah semua memoriku terisi oleh namamu.

Maafkan aku jika membuatmu tersakiti. Katakan saja jika memang iya, karena aku bukan orang yang mampu mengerti letak dimana salahku.

Mengapa hanya diam. Mengapa hanya mengacuhkan. Atau memang begitu caramu untuk mencampakkan?

Aku sadar. Mungkin dalam perjalanan panjang kita pun engkau telah tersadar. Aku tak pantas untukmu. Aku hanyalah serpihan debu yang tak berarti, sedangkan engkau laksana pangeran bagiku. Jujur, aku selama ini tersilau.

Apa hanya cukup dengan maaf? Lantas kau pergi meninggalkan aku seolah tak pernah terjadi apa-apa diantara kita. Semudah itukah kau melupakan.

Jujur, jalan pikiranmu tak pernah kumengerti. Baru semalam engkau berkata suka, paginya kau campakkan aku dalam kesepian.

Sekarang, ijinkanlah aku belajar melupakan. Melupakan semua kenangan yang ada dalam memori ini. Melupakan semua tawamu, melupakan semua kebaikanmu, melupakan semua tatapan itu. Ijinkanlah aku buyar dalam hitam pekat tak bermasa yang kan selalu abadi.

Dulu, kau menarikku dari kesepian. Engkau ibarat cahayaku dalam kegelapan. Sekarang, setelah takdir kita selesai, aku kan kembali berada dalam gelapku tanpa cahayamu.

Aku heran, kemana dulu ucapan-ucapan mu tentang “telah kutemukan kekasih sejatiku.” Aku ingin mendengarkannya untuk terakhir. Lalu menutupnya dalam peti yang tak akan pernah kubuka lagi.

Haruskah aku menjadi paranoid dalam cinta? Belajar dari kisah bahwa cinta hanya ada untuk menyakiti. Belajar untuk menyakiti dahulu agar aku tak tersakiti?

Sumpah sayang, aku tak pernah menginginkan itu. Cukuplah aku yang berlinang air mata, tetapi jangan engkau. Kubiarkan engkau datang dan pergi sesukamu, namun jangan larang aku untuk terus menunggumu.

Di sini, aku terus menunggumu…

Menunggu sembari aku meringkuk dalam sepi. Sembari mengucapkan doa agar engkau bahagia. Tak perlu engkau mengeja lagi perasaan hatiku dan meminta maaf karena telah menyakitiku. Sebelum kau berkata itu, aku telah memaafkanmu.

Bahkan temanku heran melihatku betapa aku mencintaimu. Bahkan dia berkata, “esti, sebenarnya apa lagi sih yang km harapin dari dia? Hidup mu masih panjang esti… masih banyak yang harus km pikirkan. Bukan cuma dia!”

Kejarlah mimpimu sayangku. Aku akan selalu mendukungmu, bahkan jika kelak engkau ingin meruntuhkan langit yang menaungi kita, aku juga akan turut berperang bersamamu.

Bahkan jika suatu hari engkau telah berhasil memilih wanita yang akan berdiri di sampingmu. Bahkan jika wanita itu bukan aku, aku tetap akan selalu mendukungmu selama cinta ini masih di dalam hati.

Jujur, aku ingin tak lagi mengganggumu. Aku sudah berusaha, tetapi selaksa rindu menyerangku. Maafkan aku yang terlalu mencintaimu. Maafkan aku yang tak sanggup menahan serangan itu. Tetapi sayangku, aku akan belajar. Aku akan belajar bagaimana cara agar aku tak mengganggumu lagi.

Maka, ijinkan lah aku melupakanmu. Ijinkan aku belajar melupakan semua kenangan tentang kita. Melupakan semua kisah yang terjadi.

Saat aku menulis tulisan ini, aku masih sangat mencintaimu walau ku tahu engkau tak lagi mencintaiku. Bukankah engkau pernah begitu arogan dan emosi saat kukatakan “sayang” dan engkau menjawab, “esti, kita bertemankan. Sudahlah, lupakan aku dan hiduplah bahagiai.”

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku. Maafkan aku untuk semua salahku dan ijinkanlah aku belajar melupakanmu.

Andaikan aku boleh memilih, aku ingin kita tetap bersama. Tetapi sudahlah, aku rasa engkau tak akan mau. Ada banyak wanita di sekelilingmu. Ada banyak wanita yang lebih pantas untukmu daripada aku.

@RifqyPrimanandaiiSayangku, semoga engkau bahagia. Aku selalu berharap yang terbaik untukmu.

Masa lalu ya sejarah, mungkin kita tak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah awal yang kurang bagus tapi kita masih bisa ngerubah akhir cerita cinta kita untuk lebih baik, percayalah dan terus beusaha. Good Luck ^)^ #AR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar